FAKTA BERITA,BANGKA TENGAH – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang unggul melalui pelaksanaan Pekan Minat Bakat dan Kreativitas Siswa (PMBKS) Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026. Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang bukan hanya sekadar ajang perlombaan tahunan merupakan wadah strategis untuk memberdayakan pelajar, mengembangkan potensi, serta mengasah bakat siswa sejak usia dini.
Melalui tema “Menumbuhkan Karakter Siswa Melalui Pekan Minat Bakat dan Kreativitas Siswa”, Dinas Pendidikan Bangka Tengah menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, sportivitas, dan mental kompetitif generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Indrawadi, mengatakan PMBKS menjadi ruang penting bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang sains, seni, dan olahraga.
“Kami ingin memberikan wadah bagi siswa untuk menyalurkan potensi, minat, dan bakat, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri serta semangat berprestasi. Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing yang harus didukung dan difasilitasi,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian terhadap pengembangan bakat pelajar harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Sebab, pendidikan sejatinya bukan hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan siswa melalui pengalaman kompetitif yang sehat.
Dalam PMBKS 2026 ini, Dinas Pendidikan menghadirkan berbagai ajang kompetisi bergengsi tingkat pelajar, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), hingga Gala Siswa Indonesia (GSI).
“Ajang ini menjadi sarana pembinaan talenta. Anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang akademik, seni, maupun olahraga dapat teridentifikasi sejak dini untuk terus dibina menuju level yang lebih tinggi,” jelas Indrawadi.
Tahun ini, PMBKS diikuti sebanyak 1.092 peserta dari berbagai sekolah di Bangka Tengah, terdiri dari 757 siswa SD kelas 3, 4, dan 5, serta 335 siswa SMP kelas 7 dan 8. Selain itu, sebanyak 210 juri dan wasit profesional turut dilibatkan guna menjaga kualitas dan objektivitas kompetisi.



















