Polres Pangkalpinang Tertibkan Aktivitas Ilegal di Kolong Koboy, Penambang Diserahkan ke Ditkrimsus Polda Babel

  • Whatsapp

PANGKALPINANG, FABERTA — Maraknya aktivitas tambang ilegal di Kolong Koboy Kelurahan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang menjadi atensi serius Kapolda Bangka Belitung, Irjen Anang Syarif Hidayat.

Banyaknya aduan masyarakat yang resah akibat aktivitas ilegal tersebut, pada Selasa (13/7/2021) sekira 11.30 WIB para penambang di Kolong Koboy ditertibkan tim kepolisian yang terdiri dari Sat Reskrim Polres Pangkalpinang, Subdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Babel, Sat Samapta Polres Pangkalpinang, dan Polsek Bukit Intan polres pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra mengatakan,setelah mendapat laporan masyarakat mengenai tambang ilegal, pihaknya langsung mendatangi kawasan Kolong Koboy dan mendapati ada lima unit ponton yang sedang beraktivititas.

Saat penertiban, kata Kasat Reskrim, diketahui pemilik lima ponton tersebut yakni Afon (38), Bongyung (62), Ajon (42), Ayang (52), dan Awet (56) dengan para penambang yang berjumlah 18 orang.

“Aktivitas kelima ponton ini ada penanggungjawabnya yaitu Amin (42). Timah hasil tambang dijual kepada Acau yang berdomisili di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Bangka Tengah,” Ungkap Kasat Reskrim.

Lanjut AKP Adi Putra, barang tersebut lalu dikirim ke Jack yang beralamat di Desa Batu Rusa, Merawang, baru kemudian terakhir dijual ke RBT.

“Dari informasi yang didapat, lokasi yang digunakan tambang ilegal tersebut merupakan lahan milik Akim (60) warga Air Mangkok dengan sistem fee kepada para penambang sebesar Rp 25 ribu per kilogram,” ucapnya.

“Para penambang berikut barang bukti sudah kita serahkan ke Ditkrimsus Polda Babel guna proses lebih lanjut,” Kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang.

Diketahui, Kota Pangkalpinang merupakan wilayah yang tidak ada izin Usaha pertambangan (IUP), sehingga segala kegiatan pertambangan di Kota Pangkalpinang sudah pasti bersifat ilegal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *