Prodi Sosiologi FISIP UBB Gelar Workshop Kajian Sosial Budaya Kemaritiman di Dusun Tanjung Berikat Bangka Tengah

  • Whatsapp
Workshop Kajian Sosial Budaya Kemaritiman di Dusun Tanjung Berikat, Desa Batu Beriga oleh FISIP UBB. (Ist)

BANGKA TENGAH, FABERTA — Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung, menyelenggarakan kegiatan workshop kajian sosial budaya kemaritiman dengan tema model pengelolaan dan perlindungan sumber daya pesisir serta laut berbasis kearifan lokal yang bekerjasama dengan Yayasan Tarsius Center Indonesia sebagai wujud realisasi Tridarma Perguruan Tinggi pada Sabtu (26/6/2021).

Kegiatan workshop yang melibatkan tokoh  masyarakat, kepala desa, kepala perangkat dusun, ibu-ibu PKK, ibu-ibu pelaku industri rumah tangga, dan anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) Dusun Tanjung Berikat tersebut dilaksanakan di ruangan terbuka, tepatnya di pesisir pantai Dusun Tanjung Berikat, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

Bacaan Lainnya

Acara yang berlangsung santai dan atraktif itu membuat peserta merasa rileks sehingga bisa mengeluarkan aspirasinya untuk menyampaikan saran masukan terkait pengelolaan dan perlindungan sumber daya yang ada di Desa Batu Beriga. Prodi Sosiologi FISIP UBB dan Yayasan Tarsius Center Indonesia diharapakan bisa merancang konsep yang sesuai untuk pengelolaan dan perlindungan sumber daya alam di Desa Batu Beriga khususnya Dusun Tanjung Berikat.

Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan workshop diajak untuk menyampaikan apa yang menjadi hambatan dan harapan yang dialami selama ini. Sebagai contoh, salah satu anggota Pokdarwis menyuarakan tentang kesulitan jaringan komunikasi di pantai Tanjung Berikat serta kondisi jalan yang kurang memadai untuk akses ke pantai Tanjung Berikat, bahkan sudah pernah terjadi kecelakaan yang disebabkan kondisi jalanan yang rusak.

Pemilihan tema workshop sangat sesuai dengan keadaan geografis, sosial, dan budaya di Dusun Tanjung Berikat. Selain keindahan alam yang berpotensi sebagai tempat wisata dengan alam yaitu pantai serta bukit yang indah, daerah tersebut juga menyimpan berbagai sejarah, salah satunya menara peninggalan masa kolonial yaitu meriam dan tugu perjuangan.

Adapun beberapa rancangan model dan strategi pengelolaan dan perlindungan sumber daya laut dan pesisir yang dihasilkan dari kegiatan Workshop ini yaitu model pengelolaan prioritas pengembangan sarana prasarana wisata, pengelolaan destinasi wisata utama yang memiliki daya tarik, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan pelibatan sktakeholder pariwisata, pengelolaan pendanaan, dan perlindungan sumber daya laut dan pesisir serta perlindungan terhadap hak atas lahan yang di atasnya terdapat sumber daya tersebut.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan masukan kepada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah, Forum Komunikasi Pokdarwis Kabupaten Bangka Tengah, dan Pokdarwis Tanjung Kamek agar dapat melakukan pengelolaan dan perlidungan yang tepat dan arif.


Penulis : Dr. Fitri Ramadhani Harahap. M. Si (FISIP/UBB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *