NASIONAL, FABERTA — Pemerintah bakal membuka kembali program pelatihan Kartu Prakerja gelombang ke-20 dalam waktu dekat. Hal ini bakal menjadi angin segara bagi para pencari kerja atau korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan meningkatkan kompetensi.
Head of Communications PMO Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, mengatakan pembukaan pendaftaran bakal diumumkan secepatnya. Dia pun meminta masyarakat yang berencana mengikuti program itu untuk segera mempersiapkan diri seluruh administrasi yang dibutuhkan.
“Kuota gelombang 20 adalah 800 ribu (peserta). Jadwalnya akan kami umumkan dalam beberapa hari ke depan,” kata Louisa dalam keterangannya, Minggu (5/9/2021).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, hingga pendaftar Kartu Prakerja dari gelombang pertama hingga ke-18 telah mencapai 67,6 juta orang. Di semester pertama 2021 ini penerimanya adalah 2.772.880 orang.
“Semester kedua ini dimulai dengan batch 18 dan ditargetkan untuk 3,1 juta dan mendapatkan tambahan anggaran sebanyak Rp1,2 triliun,” ujar Airlangga beberapa waktu lalu.
Dia menyebut program Kartu Prakerja berhasil meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Berdasarkan hasil survei independen, setelah peserta mengikuti program Kartu Prakerja terjadi peningkatan sebesar 13 persen dalam jumlah kelompok wirausaha.
Naiknya jumlah wirausahawan itu, kata Airlangga, telah sesuai dengan sasaran program Kartu Prakerja. Sementara itu, masih dari hasil survei independen, disebutkan animo masyarakat sangat tinggi terhadap program Kartu Prakerja.
Tingginya minat itu diikuti juga dengan kepuasan terhadap pelayanan dan manfaat Kartu Prakerja. Airlangga mengatakan bahwa kunci kesuksesan program Kartu Prakerja bukan hanya pada penyelenggara atau seberapa besar dana yang digelontorkan oleh pemerintah.
Ia menekankan, keberhasilan itu juga ditandai dari segi skill yang dimiliki oleh para penerima Kartu Prakerja.



















