Proyek Miliaran Berkah Mart Disinyalir Gagal, Komisi II akan Panggil Disperindag Babel Terkait Pertanggungjawaban BUMD

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPRD Babel, Adet Mastur. (Ist)

BABEL, FABERTA — Banyak tutupnya gerai Berkah Mart program Gubernur yang sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar mendapat atensi dari dari Himpunan Mahasiswa Indonesian (HMI) cabang Bangka Belitung dengan menggelar demo di depan Gedung DPRD Bangka Belitung pada Rabu (14/7/2021) kemarin.

Menyikapi polemik ini, Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur mengatakan akan segera memanggil Disperindag guna mempertanyakan sejauh mana kerja sama antara BUMD dengan Berkah Mart.

“Rabu depan insya Allah akan kita panggil Disperindag berkaitan kerja sama antara BUMD dengan Berkah Mart, karena kita lihat Berkah Mart ini disinyalir gagal karena dikelola oleh manajemen yang tidak becus dari BUMD,” ujarnya kepada faktaberita, Kamis (15/7/2021).

Dikatakan Adet, nanti pihaknya Komisi II selaku mitra Disperindag, akan mempertanyakan urusan BUMD dengan Berkah Mart sudah selesai apa belum, seperti masih ada atau tidak barang yang tersangkut atau belum disuplay oleh BUMD kepada Berkah Mart? apakah sudah sesuai barang yang dikirim dengan permintaan tiap Berkah Mart? apakah harganya lebih murah atau lebih tinggi?.

“Akibat ketidakjelasan program Berkah Mart ini, kami DPRD telah men-stop anggaran untuk program Berkah Mart, baik tahun ini maupun tahun depan,” ungkap Politis PDIP tersebut.

Terkait gagalnya program ini, adet mengkhawatirkan jangan sampai kedepan malah BUMDes selaku pengelola Berkah Mart yang malah diminta pertanggungjawaban keuangannya.

“Kita akan tanya dulu pertanggungjawaban BUMD terkait sejauh mana mereka memenuhi permintaan barang dari Berkah Mart, kalo memang masih ada yg nyangkut, jangan malah BUMDes yang dikambinghitamkan,” kata Adet.

Lanjut Adet, kalau memang nantinya ternyata urusan BUMD dengan Berkah Mart sudah selesai, pihaknya ingin BUMDes dibebaskan untuk mengambil barang dari mana saja tanpa terikat dengan distributor tunggal.

“Karena kalau masih dengan sistem distributor tunggal, akan beresiko munculnya ‘tukang catut’ yang hanya mau mengambil keuntungan, kita ingin Berkah Mart bebas bisa mengambil barang dari mana saja,” ujar Adet Mastur. (Faisal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *