NASIONAL, FABERTA — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ditergetkan akan meningkatkan nilai investasi hingga USD3 milar atau setara Rp42,6 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi baja nasional. Rencananya investasi ini akan dilakukan secara bertahap dengan menggaet investor asing.
Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan, salah satu investor potensial yang mau menanamkan modalnya berasal dari Korea Selatan. Mereka dijadwalkan akan berinvestasi pada tahap pertama sebesar USD700 juta atau setara Rp9,9 triliun.
“Kami akan melakukan investasi baru yang besarnya sekitar USD700 juta dalam memproduksi produk turunana Hot Roll Coil dan dilanjutkan dengan investasi sebesar USD3 miliar untuk menambah fasilitas produksi baja di hulu,” kata Silmy dalam acara peresmian pabrik Hot Strip Mil 2 secara virtual, Selasa (21/9/2021).
Peningkatan investasi bertujuan untuk menangkap peluang dari peningkatan konsumsi baja nasional yang terus meningkat. Tercatat dalam kurun waktu lima tahun sejak tahun 2014 konsumsi per kapita meningkat hingga 40 persen per tahun.
Silmy menyebut, konsumsi baja di tahun 2014 setidaknya ada 50 kilogram (kg) per kapita setiap tahunnya. Kemudian lima tahun setelahnya menjadi 71 kg per kapita setiap tahun.
“Kami yakin konsumsi baja nasional akan semakin tumbuh seiring dengan pembangunan infrastruktur dan industri dalam negeri, termasuk juga perekonomian Indonesia,” kata dia.
Tak hanya itu, Silmy memastikan, investasi besar yang akan ditanamkan bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi menjadi standar internasional. Caranya dengan menggunakan teknologi otomatisasi 4.0 yang diperkirakan dapat menghemat biaya operasional.
“Pembangunan pabrik ini, selain meningkatkan kapasitas nasional juga dalam rangka meningkatkan daya saing produk baja produksi Indonesia. Hal ini terjadi karena pabrik baru lebih efisien untuk bisa memangkas biaya operasi sebesar 25 persen, kemudian pabrik juga menggunakan otomasi teknologi terkini 4.0,” pungkasnya.



















