Pulau Ketawai Disewakan 30 Tahun Namun Tak Kunjung Berkembang, Mehoa Minta Pemkab Revisi Kerja Sama

  • Whatsapp
Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa. (Foto:Januar)

BANGKA TENGAH, FABERTA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sebelumnya diketahui telah melakukan perjanjian sewa dengan PT Ketawai Indah Resort tentang sewa tanah diatas pulau Ketawai untuk kegiatan pengembangan pembangunan pariwisata.

Berdasarkan data yang dihimpun faktaberita.co.id, tanah di atas Pulau Ketawai seluas 194.723 m² dengan sertifikat hak pengelolaan Nomor 1/Bangka Tengah dengan kode barang 01.01.11.04.09 tersebut disewakan kepada PT Ketawai Indah Resort untuk kegiatan pengembangan pembangunan pariwisata selama 30 tahun sesuai dengan perjanjian kerjasama nomor 593.1/1566/DPPKAD/2015 dan Nomor 001/PS.VI/SO-BGK/2015 tanggal 24 Juni 2015 sebagaimana telah dilakukan adendum dengan perjanjian kerjasama momor 593.1/27/DPPKAD/2015 dan nomor 002/PS.VII/SO-BGK/2015 tanggal 31 Juli 2015.

Besaran biaya sewa yang disepakati antara Pemkab Bangka Tengah dengan PT. Ketawai Indah Resort sebesar Rp 1.932.138.960, dan telah dilakukan dua kali pembayaran ke kas daerah Bangka Tengah yakni sebesar Rp 322.023.160 pada tanggal 22 Juni 2015 dan Rp 1.610.115.800 pada tanggal 29 Juli 2015.

Namun sudah enam tahun berjalan sejak perjanjian sewa itu disahkan, masih belum terlihat geliat pembangunan fasilitas pariwisata serta belum ada dampak ekonomi dari pengembangan pariwisata di pulau yang tak jauh dari Desa Kurau tersebut.

Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa juga mengakui dan menyanyangkan belum adanya geliat pembangunan di pulau Ketawai padahal sudah berjalan enam tahun sejak perjanjian sewa disahkan.

“Sudah enam tahun sejak perjanjian itu, namun tidak ada yang berubah dengan Pulau Ketawai, tidak ada pengembangan apapun. Hal ini sangat kami sayangkan,”ujar Mehoa usai rapat badan anggaran, Rabu (21/7/2021).

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, seharusnya dari hasil kerja sama dengan PT Ketawai Indah Resort tersebut, ada geliat pembangunan di Pulau Ketawai sehingga berdampak meningkatnya geliat ekonomi terutama sektor pariwisata dan UMKM.

“Persoalan ini perlu dievaluasi oleh pihak Pemkab Bangka Tengah, kita tidak tahu dan ingin tahu apa saja yang menjadi kendala sehingga membuat pihak PT Ketawai Indah Resort belum juga melakukan pengembangan pariwisata di Pulau Ketawai ,”ungkapnya.

Mehoa meminta Pemkab Bangka Tengah harus tegas kepada penyewa untuk bertangungjawab dengan segera melakukan pengembangan pariwisata sesuai dengan rencana janji awal sewa.

“Pemkab Bangka Tengah harus tegas, pemanfaatan Pulau Ketawai harus sesuai rencana di awal janji sewa, jika tidak komitmen, maka harus dievaluasi dan dibuat revisi perjanjian bersama, karena untuk menunggu 30 tahun sesuai kontrak sewa itu lama,” tegas Mehoa. (Faisal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *