Ramai Temuan Kasus Varian Baru Covid-19, Bagaimana di Bangka Belitung?

  • Whatsapp
Sekertaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. (Ist)

BANGKA BELITUNG, FABERTA – Lonjakan kasus Covid-19 jenis varian baru tengah meningkat di sejumlah provinsi. Berdasarkan Data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan per 20 Juni 2021 menunjukkan, ada 211 kasus positif Corona akibat varian Delta, Alpha dan Beta.

Peningkatan kasus tersebut terjadi karena varian baru Covid-19 dinilai lebih cepat menular dan meningkatkan keparahan risiko terhadap pasien yang terpapar.

Bacaan Lainnya

Lantas, bagaimana di Bangka Belitung?

Sekertaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengatakan, pihaknya belum menemukan kasus pasien terkonfirmasi positif varian baru jenis Delta maupun lainnya di Negeri Serumpun Sebalai.

“Jadi varian baru yang sudah menyebar di Jawa-Bali, untuk wilayah Bangka Belitung kita sudah mengirim sample PCR ke Jakarta. Namun sampai saat ini belum ada penyebaran varian baru di wilayah Bangka Belitung,” kata Mikron saat dikonfirmasi Faktaberita.co.id, Kamis (1/6/2021).

Kendati nol kasus varian baru, Mikron mengatakan angka penyebaran Covid-19 di Babel masih mengalami tren peningkatan sejak empat hari terakhir dengan total 159 kasus.

“Kita memang sempat landai ya ada selama sembilan hari kemarin di angka seratus lebih tapi empat hari terakhir ini kita di atas seratus dan ditutup tanggal 30 Juni itu sebesar 159 yang terkonfirmasi positif, dan ini menandakan tren kita sampai kemarin itu ada peningkatan jumlah terkonfirmasi positif,” katanya

Oleh karenanya, Mikron selalu meminta masyarakat agar tetap disiplin protokol kesehatan. Ia meminta, masyarakat menerapkan tiga sikap yang seharusnya dimunculkan bersama, mulai sikap disiplin, sportif dan komunikatif.

Hal itu dikatakan Mikron, agar angka penyebaran Covid-19 di Babel bisa ditekan dan diminimalisir sehingga pemutusan mata rantai virus corona bisa dilakukan secara bersama-sama.

“Dan juga kita selalu meminta kepada masyarakat untuk lebih taat di dalam melaksanakan protokol kesehatan Covid, kita mengharapkan ada sikap yang disiplin, kemudian sikap yang sportif dan ada sikap yang komunikatif,” ujarnya.

“Jadi yang pertama masyarkat harus disiplin. Yang kedua sportif itu artinya masyarakat itu mengakui kalau seandainya ada gejala-gejala ada yang menandakan dia terkena virus sehingga kita bisa kemudian dapat mencegah dan memutus mata rantainya dan ketiga adalah sikap komunikatif, komunikatif ini artinya masyarakat diharapkan untuk dapat berbicara kalau seandainya positif sudah berkomunikasi dengan siapa saja sehingga ini bisa meminimalisir penularan dan memutus mata rantai. Tiga sikap ini kita muncul kan harus hadir di masyarakat dalam dalam pencegahan covid di wilayah Bangka Belitung,” pungkasnya. (Rais)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *