“Contoh skala prioritas itu seperti reses saya perbaikan atap sekolah yang bocor, sehingga nanti tidak menganggu dana di Dinas Pendidikan lagi, termasuk rumah ibadah baik muslim dan non muslim supaya tidak lagi menggunakan dana Dinas Sosial.”
Meski berkomitmen, pihaknya mengakui tidak bisa memaksakan seluruh usulan jika anggaran tidak mencukupi. Oleh karena itu, harapan besar juga disematkan pada pencairan sisa dana royalti dari pemerintah pusat agar program-program tersebut bisa terealisasi.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi masyarakat dari reses itu, tapi semuanya memerlukan dana untuk pelaksanaannya, semoga saja nanti sisa dana royalti yang ada di pusat bisa segera dicairkan agar hal itu bisa terealisasi.”
Sementara itu, Pj Sekda Babel, Fery Afriyanto, membenarkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan membahas efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Pihaknya berupaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar seluruh program dapat berjalan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Dari pembahasan itu juga bagaimana memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk pelaksanaannya nanti sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sudah disahkan,” tutupnya.
Ke depannya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan mengoordinasikan seluruh kegiatan agar sinkron dengan perencanaan yang telah ditetapkan.



















