Rudianto Tjen Bahagia Pasien Katarak Sembuh: Bisa Baca Al-Quran Lagi

Anggota DPR RI Rudianto Tjen bersama pasien operasi katarak gratis di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Senin (14/10). Foto: Rais Abdillah

FAKTABERITA, PANGKALPINANG — Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung (Babel), Ir. Rudianto Tjen merasa bahagia melihat para pasien yang segera sembuh dari gangguan katarak. Politisi PDI Perjuangan itu barharap, setelah pasien operasi katarak gratis kembali ke rumah, dapat melihat dengan jelas dan terang, melihat kembali indahnya dunia.

Diketahui, bakti sosial operasi katarak gratis ini digelar oleh PDI Perjuangan dan Yayasan Rudi Center di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, 14-15 Oktober 2024.

Bacaan Lainnya

“Jadi nanti perbannya dibuka sudah bisa melihat, besok kita bapak-bapak dan -ibu-ibu sudah bisa baca Al-Quran, sudah bisa yasinan, sudah bisa baca koran,” kata Rudianto Tjen saat menjenguk langsung pasien operasi katarak di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Senin (14/10).

Rudi menyampaikan bahwa bakti sosial operasi katarak gratis diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian PDI-P dan Rudi Center kepada masyarakat.

“Jadi kalau masyarakat senang, PDI Perjuangan senang, kita diajarin Ibu (Megawati Soekarnoputri_red) kita harus tertawa dan menangis bersama masyarakat,” ujar legislator 5 periode DPR RI tersebut.

Rudi menyampaikan, baksos operasi katarak gratis sudah menjadi komitmen Rudi Center dan PDI Perjuangan dalam membantu mewujudkan kesehatan masyarakat Babel.

“Ini lah bakti kita, PDI Perjuangan kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung, kita terus berbakti untuk bangsa dan negara lewat operasi katarak gratis ini,” tegasnya.

“Mengingat PDI Perjuangan adalah partai wong cilik yang selalu ingat masyarakat kecil. Dan ini komitmen kami membesarkan PDI Perjuangan yang lahir dan besar dari rakyat sehingga akan terus melayani rakyat,” sambungnya.

Sementara itu, para pasien pun berbondong-bondong menyampaikan rasa terima kasih kepada Rudianto Tjen. Bahkan mengapresiasi pelayanan yang diberikan dalam baksos tersebut yang dinilai sangat baik. Diantaranya disampaikan Mardiana, salah satu pasien asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *