Selain Keringanan Pajak, Ini Harapan Kadin Babel Selama Covid-19 Merajalela

  • Whatsapp
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Babel, Thomas Jusman. Foto: ist

BANGKA BELITUNG, FABERTA — Para pengusaha Provinsi Bangka Belitung yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Babel meminta pemerintah pusat maupun daerah memberikan stimulus kepada para pelaku usaha di tengah gelombang Covid-19 yang hingga saat ini masih belum bisa ditaklukan.

Ketua Kadin Babel, Thomas Jusman mengatakan, stimulus tersebut akan menjadi dorongan agar dunia usaha di Babel tetap hidup. Pasalnya, imbas pandemi Covid-19 hingga pemberlakuan PPKM Level 3-4 saat ini telah menghantam sendi-sendi perekonomian pelaku usaha dan masyarakat hingga tingkat yang paling bawah.

“Yang pasti kita sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah, seperti penundaan PB1, PBB dan intensive pajak lainnya, hibah untuk dunia usaha pariwisata, pinjaman dengan bunga yang rendah (1-3%), Bantuan Subsidi Upah (BSU), meskipun informasi terakhir dari SE Menaker, Babel tidak masuk di dalam nya, dan bantuan lainnya,” kata Thomas, Sabtu (31/7/2021).

Berbagai sektor usaha dan pelaku UMKM ikut terdampak akibat Covid-19 terlebih saat pemberlakuan PPKM level 3–4 di Babel maupun yang telah diterapkan di Jawa-Bali sebelumnya. Apalagi, Thomas berujar, pelaku usaha pariwisata sangat bergantung pada kunjungan masyarakat lokal maupun lintas daerah.

“Memang itu harus dilakukan, karena kita tahu dari pemberlakuan PPKM Level 3–4 Jawa Bali maupun di Babel penerbangan itu saya dapat informasi itu turun 80 persen. Tentunya akan sangat berdampak pada dunia pariwisata karena tergantung pergerakan manusia,” ujar Ketua Kadin tersebut.

Kendati demikian, Ketua Kadin Babel akan tetap mendukung berbagai kebijakan dan segala upaya pemerintah pusat maupun daerah untuk terus menanggulangi pandemi Covid-19.

Thomas juga meminta kepada seluruh pengusaha di Babel agar mematuhi kebijakan PPKM level 3–4 yang sedang berlangsung. Dengan begitu, ia berharap, kasus demi kasus Covid-19 bisa ditekan bahkan menghilang dari Negeri Serumpun Sebalai.

“Kalau saya sih mengimbau teman-teman harus ikut apa yang ditetapkan oleh pemerintah karena pemerintah mengambil kebijakam tentunya diambil dengan konsekuensi dan pertimbangan tertentu, kalau tidak taat nanti tidak akan ada selesainya pandemi ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *