MUNTOK, FABERTA — Kasus kematian akibat terinfeksi virus corona (Covid-19) melonjak signifikan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kabupaten Bangka Barat.
Sejak PPKM Level 4 mulai diterapkan pada 26 Juli hingga 2 Agustus besok, angka penambahan kasus Covid-19 dan jumlah kematian akibat Covid-19 justru masih tinggi.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Bangka Barat, total kasus kematian selama periode PPKM Level 4 di Bumi Sejiran Setason selama sepekan mencapai 9 orang.
“Akumulasi kasus meninggal akibat covid-19 selama sepekan PPKM Level 4 di Bangka Barat sebanyak 9 orang. Dari jumlah tersebut, 5 kasus meninggal terjadi hanya dalam dua hari terakhir,” demikian data update kasus yang dirilis Satgas Covid-19 Babar, Minggu (1/8).
Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma menjelaskan, 5 kasus meninggal dalam dua hari tersebut masing-masing 2 orang meninggal pada hari Sabtu dan 3 orang lagi pada hari ini, Minggu (1/8).
“Terlaporkan orang yang terpapar covid-19 dan meninggal dunia pada Sabtu kemarin yakni Ny. Ru (64) warga Kadur Dalam desa Air Belo kecamatan Muntok dan Ny. Sz ( 63 ) warga Keranggan Atas kecamatan Muntok. Keduanya meninggal di RSUD Sejiran Setason,” kata Putra.
Selanjutnya Putra melaporkan data 3 kasus kematian akibat covid-19 yang dirilis hari ini.
“Masing-masing Tn. Ng (58) warga Air Belo kecamatan Muntok meninggal (31/7/2021) di RSUD Sejiran Setason, Ny. Se (28) warga Sungai Baru kecamatan Muntok yang meninggal (31/7/2021) di RSUP Soekarno dan Tn. Ja (60) warga kecamatan Muntok yang meninggal (1/8/2021) di RSUD Sejiran Setason,” tukasnya.
“Kami mengucapkan belasungkawa menalam atas meninggalnya saudara kita ini. Bagi keluarga yang dtinggalkan semoga diberikan kekuatan,” ujar dia.



















