BABAR, FABERTA — Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bangka Barat Mulai bergulir. Pada Selasa, 5 Oktober2021 pukul Sembilan pagi, telah dilangsungkan Webinar bertajuk “Cara Baru Membangun Bangsa di Era Digital”
Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.
“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.
Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen pemuda, kelompok usaha dan masyarakat Bangka Barat dan sukses dihadiri 359 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Rasianna Br Saragih, S.Sos., M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi UNIB), Arief Rama Syarif, S.T., M.Kom (Staf Ahli-Bidang IT PT.Prima Armada Raya). Dr. Reniati, S.E.,M.Si, CHCM, CIQaR (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung), Dr. Ahmad Irvani, M.Ag (Ketua Umum PW Masyarakat Ekonomi Syariah Bangka Belitung).
Pegiat media sosial yang juga seorang founder@halomentors dan Trainer Market Place, Qonita, Bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan membagikan pengalamannya.
PadaSesipertama, Rasianna Br Saragih, S.Sos., M.Si.menjelaskantentang hidup pintar di tengah dunia digital. Saat ini kita berada di dunia digital dan dikelilingi oleh informasi melalui perangkat digital yang kita gunakan, yaitu penggunaan internet.
Apalagi pada saat pandemi ini, pengguna internet di Indonesia meningkat. Hal ini nampak bahwa satu dari orang Indonesia memiliki beberapa perangkat digital. Dengan demikian, kita dituntut untuk bijak menggunakan perangkat digital yang kita miliki, hal ini menunjukkan kita untuk memiliki digital skill.
Adapun hal-hal yang harus kita waspadai ketika menggunakan perangkat digital yaitu, mengunggah data pribadi ke media sosial, tidak menyebar hal-hal yang berbau terorisme, mengubah tampilan web untuk kepentingan tertentu, dan tidak menebar ujaran kebencian, dll.
Ini semua adalah fenomena yang kita temui saat ini di perangkat digital kita, bahkan muncul dengan sendiri di perangkat kita. Dengan demikian, kita harus melindungi perangkat digital yang kita miliki.
Giliran pembicara kedua, Arief Rama Syarif, S.T.mengatakan bahwa jika bicara mengenai digitalisasi, maka ada dua pendekatan yaitu, mobile aplication dan web aplication.Mobile aplication bisa mengontrol gawai kita, pada saat kita membuka aplikasi, maka aplikasi itu bisa membaca lokasi kita, konteks kita, dan microfon dinyalakan. Sedangkan, web aplication belum bisa untuk hal demikian.
Untuk meningkatkan keamanan di aplikasi mobile adalah pastikan sandi kita diganti per enam bulan sekali, mengamankan kode aplikasi yang digunakan, gunakan jasa IT security, dan gunakan atentifikasi tingkat tinggi.
Dalam meningkatkan keamanan di aplikasi web perlu dilakukan hal berikut yaitu, terapkan dua faktor autentifikasi, gunakan username dan pasword yang kuat, pasang SSL, dan gunakan HTTPS untuk menjaga keamanan web.
Tampil sebagai pembicara ketiga, Dr. Reniati, S.E.,M.Si, CHCM, CIQaRmenuturkan bahwa digitalisasi ini sangat pesat dan membuka peluang agar ekonomi bisa terus bergerak dan pulih kembali. Ekonomi kita saat ini banyak kontraksi, dan alhamdulillah pada tri wulan kedua kita sudah reborn kembali. Dengan demikian, kita harus mempelajari literasi digital saat ini.
Di era digital ini banyak sekali teknologi terbaru untuk meningkatkan skala usaha yang kita miliki. Kemudian, karakteristik yang berdimenasi yaitu, teknologi merubah peradaban, yang dahulu dilakukan berbulan-bulan bahkan bertahun, sekarang kita dapatkan dengan hitungan detik, kita juga harus berkolaborasi dan sering sharing dengan orang lain, teknologi big data mempermudah percepatan produk dan layanan, kerja jaringan, kompetitor tidak terlihat dan langsung ke konsumen.
Pembicara keempat, Dr. Ahmad Irvani, M.Agmenegaskan bahwa kita bisa menanbung secara digital. saat ini kita hrus memulai dengan menabung yang kemudian baru membelanjakan pendapatan. Jadi, ketika kita mendapatkan pendapatan maka dahuluilah dengan menabung atau investasi. Banyak sekali yang kita bisa gunakan untuk menabung yaitu, perbankan. Selanjutnya, dompet digital. Kemudian, kita juga bisa menabung di pasar modal.
Berbagai produk ini sudah memiliki teknologi digital, kita bisa menabung semuanya menggunakan teknologi digital, cukup dengan jari jemari kita sudah bisa menabung, investasi, dan berbelanja dengan aplikasi digital. Kemudian, transaksi digital ini adalah real time, kita bisa menggunakannya kapanpun dan dimanapun selama memiliki jaringan internet yang mumpuni.
Qonita Sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan bahwamedia sosial yang kita miliki hendaknya digunakan untuk hal-hal positif, nah apabila kita mendapatkan informasi dari media sosial hendaknya kita cek lagi informasi tersebut untuk menghindari penyebaran informasi palsu. Saat ini kita juga harus menguasai dunia digital karena kita tidak akan lepas dari teknologi digital.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.
Webinar ini merupakan seri ke-11 webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Bangka Barat. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.



















