BABAR, FABERTA — Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bangka Barat Mulai bergulir. Pada Kamis, 30 September 2021 pukul Sembilanpagi, telah dilangsungkan Webinar bertajuk “Market Place, Peluang Bangkitnya Ekonomi Pedesaan di Era Digital”
Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4.
Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen masyarakat Bangka Barat dan sukses dihadiri 456 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Hesthi Setyoprathiwi, S.P.,M.M., (KASI di Badan Koordinasi Penanaman Modal, Sub Agen SR12 Herbal dan Skincare), Fadli Afriadi SP, M.M (Pembelajar, Trainer, Konsultan, dan Enterpreneur). Hengki, M.Kom (Kaprodi Bisnis Digital FEB ISB Atma Luhur),Ir.Zariyati(Kepala SMKN 1 Kelapa, Bangka Barat).
Pegiat media sosial yang jugaseorang owner Elhasbu Fashion dan Spoke Oersin Wardah Beauty,Lulu, Bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan membagikan pengalamannya.
Pada sesi pertama, Hesthi Setyoprathiwi, S.P., M.M. menjelaskan tentang market place dan peluangnya di era digital. Beberapa permasalahan ekonomi pedesaan yang kita ketahui saat ini yaitu, produksi, distribusi, dan konsumsi. Peluang bangkit ekonomi di era digital inipun membuat kita semua mudah untuk mendapatkan informasi, sarana promosi yang luas, target pasar yang luas, komunikasi yang mudah antara pembeli dan penjual.
Berbagai kreasi jualan online saat ini kita temukan saat ini, mulai dari barang sampai jasapun bisa kita dapatkan secara online. Ini membuktikan bahwa saat ini era digital memudahkan kita untuk berjualan di media sosial. Selain itu, kita harus memiliki 2 M yaitu, mau dan mulai. Dengan demikian, mari kita mulai untuk berwirausaha.
Giliranpembicarakedua, Fadli Afriadi SP, M.M mengatakan bahwa saat ini orang-orang lebih senang bertransaksi secara digital. Adapun manfaat bertransaksi digital bagi pelanggan adalah, praktis, perbandingan harga da kualitas, lebih hemat, ragam pilihan pembayaran. Sedangkan manfaat bertransaksi digital bagi pelaku usaha adalah mudah memulai usaha, pasar yang luas dan pemasaran yang mudah, lebih fleksibel, dan ragam pilihan pembayaran.
Nah, saat ini sedang viral adalah market place yaitu pasar yang digunakan di media sosial. Dengan demikian, berbelanja dan memasarkan produk di market place adalah aman. Akan tetapi, sebagai pengguna media sosial dan teknologi digital kita harus melindungi data pribadi kita dengan menggunakan pasword yang kuat, hati-hati menggunakan wifi gratis, update aplikasi untuk mencegah kebocoran, jangan mengunggah data pribadi ke media sosial.
Tampilsebagaipembicaraketiga, Hengki, M.Kom menuturkan bahwa market place berhubungan dengan keamanan digital. Kita ketahui bahwa saat ini wajah ekonomi kita sudah berubah drastis. Saat ini juga berbagai macam kebutuhan manusia telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan transaksi. Selain itu, di dalam market place ini adalah fintech (financial technology) hasil gabungan antara finansial dan teknologi melalui teknologi digital dan kebanyakan adalah payment.
Kemudian, fintech juga mengubah model bisnis dan konvensional menjadi moderat. Adapun keuntungan market place, yaitu, menyederhanakan rantai transasksi, hemat biaya operasional, dan biaya modal, mendapat layanan lebih baik, meningkatkan percepatan ekonomi, harga yang lebih murah.
Pembicara keempat, Ir.Zariyati menegaskan bahwa gaya hidup konsumtif adalah gaya hidup yang seseorang yang secara berlebihan membelikan barang atau jasa yang mengutamakan keinginan daripada kebutuhan dan secara ekonomi akan menyebabkan keborosan.
Adapaun ciri dari perilaku konsumtif adalah memiliki gengsi yang tinggi, selalu mengikuti tren. Sedangkan seharusnya kita menjadi orang yang produktif. Produktif adalah suatu cara untuk mendapatkan hasil yang baik dengan berbagai usaha demi mencapai tujuan. Adapun faktor yang memengaruhi produktivitas adalah keimanan, pengetahuan, keterampilan, kemampuan, sikap, perilaku, dan usia produktif.
Lulu sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan bahwa dalam bertransaksi dengan media digital kita harus menjaga keamanan digital kita, kita juga harus sering melihat peluang dan kesempatan dalam memasarkan produk kita di market place, karena sekarang mal kita sudah pindah ke market place.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.
Webinar ini merupakan rangkaian kesepuluh yang diselenggarakan di kabupaten Bangka Barat. Masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam webinar kesebelas yang akan dilaksankan pada tanggal 5 Oktober 2021 yang akan datang.



















