Server SIAK Maintenance, Dinas Dukcapil Bangka Barat Setop Pelayanan

  • Whatsapp

MUNTOK, FABERTA–Maintenance (pemeliharaan) server sistem administrasi kependudukan (SIAK) milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bangka Barat mengakibatkan seluruh pelayanan administrasi kependudukan bagi warga ditutup sementara.

Hal ini terlihat dari surat pemberitahuan tanggal 21 April 2021 yang ditandatangani langsung Kepala Dinas Dukcapil Bangka Barat, Muhammad Kaidi, SE.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Dukcapil Muhammad Kaidi saat dikonfirmasi Faberta di ruang kerjanya membenarkan segala aktivitas pelayanan yang berkaitan dengan administrasi kependudukan disetop sementara seperti pembuatan KTP, KK, Akte Kelahiran dan surat lainnya.

“Server yang kita pakai di Dukcapil Bangka Barat ini sedang dilakukan maintenance atau pemeliharaan karena kinerja server tersebut melemah dikarenakan sudah dipakai lebih dari satu tahun tanpa henti, maka ketika server kita lakukan pemeliharaan otomatis pelayanan dihentikan sementara karena saat ini memang kita belum ada server cadangan,” kata Kaidi di Muntok.

Kaidi menjelaskan melemahnya server SIAK ini sudah mulai terjadi akhir Maret lalu.

“Supaya kinerja server tidak terus menerus melemah maka tim kita melakukan pemeliharaan di Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Keluarga Berencana, Perlindungan Anak dan Pencatatan Sipil Provinsi Bangka Belitung. Biasanya pemeliharaan sekitar 3 hari maka pelayanan kita setop dulu mulai Jumat hari ini sampai Selasa server sudah bisa kita ambil kembali. Mudahan Rabu nanti sudah kembali normal,” jelas Kaidi.

Selain itu disampaikan Kaidi, dirinya juga sudah menaikan nota dinas ke bupati untuk pengadaan server cadangan yang kualitasnya tak jauh berbeda dengan server induk.

Kaidi memastikan meskipun kinerja server melemah dan harus dilakukan maintenance tapi data-data administrasi kependudukan dipastikan aman.

“Itulah maka yang melakukan pemeliharaan harus orang pusat karena data penting semua. Tidak boleh kita perbaiki melalui jasa pihak ketiga, tapi harus dari pusat,” kata Kaidi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *