Sikapi Pendudukan KIP, IKT: Kami Tak Diam, Proses Hukum Harus Ditegakkan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG, FABERTA – Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra usaha PT TIMAH Tbk yang beroperasi di DU/IUP 1555 pada Senin kemarin (12/07/21) sekitar pukul 11.30 WIB didatangi dan diduduki oleh oknum masyarakat yang kontra melakukan protes atas aktifitas penambangan laut di perairan Bedukang Kabupaten Bangka.

Dari informasi yang terima di lapangan bahwa ada dilakukan pengerusakan yang dilakukan oknum-oknum masyarakat tersebut dan penganiayaan terhadap petugas security PT TIMAH Tbk yang berjaga di Kapal Isap Produksi (KIP) harus mendapatkan perawatan medis yang serius.

Terkait kejadian tersebut Selasa (13/07/21) Serikat Pekerja PT TIMAH Tbk yakni IKATAN KARYAWAN TIMAH (IKT) yang dipimpin oleh Fauzi Trisana selaku Ketua Umum sangat menyayangkan dan mengecam aksi anarkis tersebut.

Menurut IKT, perbuatan-perbuatan yang dilakukan sudah melanggar hukum dan IKT sangat mendukung dan mendorong manajemen PT TIMAH Tbk untuk melakukan upaya hukum atas tindakan-tindakan kriminal itu.

Fauzi Trisana dalam hal ini menyatakan bahwa penyanderaan KIP dan melakukan penganiayaan terhadap ABK KIP merupakan tindakan kriminal yang tidak dapat ditolelir dan terpantau masa melakukan penjarahan dengan membuang bijih timah hasil produksi KIP Citra Bangka Lestari ke laut.

Maka dari itu kata Fauzi, IKT meminta dan mendukung manajemen untuk melakukan proses hukum terhadap siapa saja yang terlibat dan dalam aksi yang dilakukan dan juga sudah melanggar prokes Covid-19.

“Kami tidak diam, kami IKT yang beranggotakan 4000-an karyawan PT TIMAH Tbk siap mengawal perusahaan dan aset-aset perusahaan kami, apalagi melakukan tindakan yang tidak terpuji berupa perbuatan anarkis, pengerusakan dan penganiayaan,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *