Soroti Ambruknya Dinding Talud Sungai Pedindang, Ahok: Jangan Tunggu Korban Jiwa Baru Bergerak

  • Whatsapp
Ahok saat meninjau dinding talud sungai pedindang yang ambruk. (Foto:Faisal)

PANGKAPINANG, FABERTA — Anggota komisi III DPRD Provinsi Kepualauan Bangka Belitung (Babel) Dapil Pangkalpinang, Hendriyansen menyoroti robohnya dinding talud di beberapa titik alur Sungai Pendindang Kelurahan Bintang, Kota Pangkalpinang, pada rapat dengar pendapat bersama Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Babel di ruang Komisi III DPRD Bangka Belitung, Jumat (20/8/21) kemarin.

Pasalnya jika dinding talud tersebut dibiarkan dan tidak segera diperbaiki akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar dan membahayakan warga disekitar jika hujan turun dengan intensitas yang tinggi.

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai kita menunggu ada korban jiwa baru kita bergerak, karena kondisinya sekarang sudah sangat parah,” ucapnya.

Hendriyansen mengungkapkan bahwa dinding talud tersebut telah roboh beberapa bulan yang lalu yang merupakan laporan dari warga sekitar ketika dirinya sedang mengadakan reses di Kelurahan Bintang tersebut.

“Itu ada dinding talud Sungai Pedindang yang roboh sejak maret lalu, hal itu sudah saya sampaikan ke OP pemeliharan BWS Babel April lalu, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” tegas Ahok sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan sampai saat ini dirinya tidak tahu permasalahannya dimana, sehingga robohnya dinding talud tersebut tidak dapat segera diperbaiki. Apakah karena kegiatan perbaikan dinding talud tersebut bukan kewenangan BWS Babel atau tidak adanya anggaran untuk perbaikan.

Dirinya pun berjanji akan berupaya dan berjuang mencari solusi agar perbaikan dindin talud tersebut dapat segera dikerjakan, sehingga ketika hujan datang dan kemampuan DAS membawa air hujan kembali kelaut dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan dampak banjir dapat diminimalisir sekecil mungkin.

“Mari kita berjuang bersama, kalau memang ini aset pemkot bisa kita koordinasikan ke PU kota, atau kalau memang anggaran tidak ada agar kita sama-sama dorong ini ke BBWS Sumatera untuk menjadi prioritas,” tutupnya. (Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *