SPSI Babel Terus Terang: Pengawasan Pekerja Masih Lemah, Birokrasinya Lelet

  • Whatsapp
Ketua SPSI Babel, Darusman Aswan (tengah). Foto/Doc. Istimewa

BANGKA BELITUNG, FABERTA — Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Bangka Belitung, Darusman menyebutkan bahwa pengawasan terhadap ketenagakerjaan di Babel masih terbilang lemah. Bahkan, birokrasinya dinilai lelet.

“Dan kita ini terus terang, di Bangka Belitung pengawasannya terhadap ketenagakerjaan kita masih lemah. Birokasinya masih lelet artinya penegakan hukumnya lambat gitu. Itu yang kami dapatkan, kami temui di lapangan,” katanya kepada Faktaberita.co.id, Minggu lalu (25/7/2021).

Bacaan Lainnya

Ia membeberkan bahwa masih banyak pelanggaran terhadap para pekerja di Babel yang tidak ditangani secara serius. “Masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang terbiarkan yang realisasinya lambat maksudnya penanganannya lambat,” ujar Darusman.

Ketua serikat pekerja itu menyebut salah satu pelanggaran yang hingga kini belum menemui titik terang. Misalnya, kata Darusman, masih ada perusahaan yang sudah beroperasi puluhan tahun di Babel tapi belum mengikutsertakan pekerjanya ke dalam jaminan sosial, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan.

“Terus terang, ini juga jaminan sosial BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan memang saya pikir terhadap anggota serikat pekerja sudah tercover tapi masih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang bandel yang tidak mengikutsertakan masih banyak. Jadi masih banyak pekerja di Babel yang tidak terasuransikan,” ungkap Darusman.

“Perusahaan bertahun-tahun bahkan ada yang 20 tahun yang tidak mengikutsertakan pekerja dalam jaminan sosial masih terjadi di Bangka Belitung,” tegasnya.

Oleh karenanya, Darusman selaku Ketua SPSI Babel akan menyampaikan perihal permasalahan tersebut kepada pihak terkait. Ia tidak ingin, para pekerja, baik yang tergabung dalam sebuah serikat atau tidak, luput dari hak perlindungan kerja.

“Karena kami tidak hanya mengakomodir anggota atau bukan anggota. Jangan sampai ada pekerja yang tidak terprotect. Karena itu hak mereka, mereka berhak dapat perlindungan,” ujarnya.

“Itu salah satu menjadi atensi kita ke depan, kita terus tekankan kepada pemerintah yang membidangi ketenagakerjaan dengan segala upaya akan kita lakukan, kita akan terus dorong pemerintah,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *