Stok Cadangan Aman, Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Impor Beras

  • Whatsapp
Ilustrasi (ist)

NASIONAL, FABERTA — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) hingga 5 Juli 2021 telah menyerap beras petani sebanyak 750 ribu ton. Beras ini disimpan pada 1.647 gudang di seluruh Indonesia dengan kapasitas empat juta ton sebagai cadangan beras pemerintah (CBP).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, meskipun saat ini masih ada CBP sebanyak 1,4 juta ton yang juga merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah yaitu sebanyak 1 juta ton hingga 1,5 juta ton beras, penyerapan pun terus dilakukan. Upaya itu untuk menjamin ketersediaan pangan selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Bacaan Lainnya

“Bulog konsisten menyerap beras petani sebagai upaya stabilisasi harga beras di hulu, penyerapan ini juga membantu menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat mempercepat upaya pemulihan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden selama berlansungnya pandemi Covid-19 ini,” kata pria yang akrab disapa Buwas melalui keterangannya, Selasa (6/7/2021).

Menurut dia, jumlah tersebut juga akan semakin bertambah mengingat masih ada sisa hasil panen sebelumnya di beberapa daerah. Ditambah lagi akan disusul dengan panen gadu beberapa bulan ke depan.

“Ini berarti pemerintah tidak perlu terburu-buru melakukan impor beras, karena cadangan beras dari hasil panen dalam negeri yang melimpah,” kata dia.

Kendati demikian, Buwas mengakui di tengah upaya penyerapan tersebut muncul isu tentang penurunan harga gabah dan beras sebagai akibat melimpahnya pasokan gabah dan beras dari hasil panen sebelumnya yang masih terus berlangsung. Dia pun memastikan tidak ada penurunan harga gabah dan beras akihat adanya kelebihan pasokan dan impor.

Buwas memastikan penyerapan beras petani ditengah isu penurunan harga gabah dan beras akan tetap dilaksanakan oleh Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sehingga diharapkan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap terjaga.

“Sebetulnya tidak demikian, tetapi lebih karena melimpahnya hasil panen dan akan semakin bertambah karena akan berlanjut dengan panen gadu nanti. Jadi bukan karena impor dan Insya Allah pemerintah tahun ini tidak perlu impor beras,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *