Tambang Ilegal di Kolong Merbuk dan Sekitarnya Ditertibkan, 67 Ponton Diduga Ada Keterlibatan Oknum Instansi

  • Whatsapp
Kapolres Bateng Pimpin Penerriban di Kolong Merbuk dan Sekitarnya. (Ist)

BANGKA TENGAH, FABERTA — Tim gabungan yang terdiri dari Polres Bangka Tengah, Koramil Koba, Pol PP Bangka Tengah, serta pihak Kecamatan Koba, melakukan penertiban aktivitas tambang timah ilegal di wilayah Kolong Merbuk, Pungguk dan Kenari.

Aparat yang mulai bergerak ke lokasi penambangan sekitar pukul 13.30 WIB langsung menyisir lokasi penambangan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Adi Purnomo didampingi Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Shabara, Kasat Pol Air dan Kapolsek Koba.

Bacaan Lainnya

Dalam operasi penertiban tersebut, Kapolres Bangka Tengah menyampaikan kepada para pemilik tambang agar segera melakukan pembongkaran, jika tidak maka pihaknya terpaksa akan melakukan upaya penegakan hukum.

“Para pemilik tambang sudah mulai melakukan pembongkaran dan saya kasih ultimatum batas pembongkaran sampai hari Senin (12/4) besok, apabila sampai batas waktu tersebut tidak dibongkar akan kami lakukan proses hukum,”terangnya.

Hasil penertiban saat razia, ada sekitar 67 ponton TI Rajuk yang ditinggalkan dan belum diketahui pemiliknya yang belum dibongkar dan sebagian besar diindikasikan peralatan tambang yang belum dibongkar ada keterlibatan oknum instansi tertentu dengan ciri memakai bendera warna putih.

Penertiban dan pembongkaran ini juga sebagai langkah tidak lanjut Polres Bangka Tengah untuj mencegah potensi konflik di masyarakat

“Jika ini dibiarkan semakin memungkinkan potensi konflik antara pro-kontra lingkar Tambang Pungguk, Kenari dan Merbuk akan semakin tajam yang berdampak pada perubahan situasi Kamtibmas, apalagi kita juga ingin menciptakan situasi yang kondusif menjelang memasuki bulan suci ramadhan,”ucapnya

Dalam proses penertiban tersebut, diketahui masih ada pemilik tambang yang tidak melakukan pembongkaran dikarenakan pemilik tambang masih berharap adanya toleransi agar mereka bisa terus menambang untuk mencari modal dalam proses pembongkaran alat tambang. (Sfr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *