Tenaga Medis Bangka Dilatih Cegah TBC di Setiap Daerah

  • Whatsapp

SUNGAILIAT, FABERTA – Guna mencegah terjadinya kasus penyakit Tuberkolosis (TBC), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka bersama Komunitas Eleminasi Tuberkolosis melatih sejumlah tenaga medis di seluruh Kabupaten Bangka. Tenaga medis tersebut nantinya akan menjadi agen pencegahan penyebaran TBC di setiap daerah.

Sebanyak 31 orang kader yang merupakan tenaga kesehatan dari 12 puskesmas se Kabupaten Bangka, dan 2 orang sebagai koordinator kader mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Puskesmas Sungailiat selama tiga hari, yakni 23-26 April 2021.

Bacaan Lainnya

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Then Suyanti, penyakit TBC merupakan penyebab utama kematian penyakit menular di dunia. Sehingga perlu adanya upaya promotif, preventif dan kuratif untuk mencegah hal tersebut.

“Perlu adanya deteksi secara dini terkait terjadinya kasus TBC pada masyarakat. Selain itu juga investigasi perlu dilaksanakan guna mencegah penyebaran semakin luas. Melalui kita bersama dan para kader inilah yang nantinya akan melakukan hal tersebut,” ujar Then, Selasa (27/4).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Bangka Nora Sukma Dewi, mengatakan sitgma negatif terkait penyakit TBC masih berkembang di masyarakat. Sehingga upaya sosialisasi serta pendekatan perlu dilakukan baik kepada pasien ataupun lingkungan masyarakat.

“Banyak stigma negatif di masyarakat yang menyebabkan pasien merasa minder dan cenderung menutupi. Dengan melalui pendekatan para kader kesehatan, diharapkan dapat menurunkan stigma negatif tersebut,” ujar Nora.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Komunitas Eliminasi TB sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Elwin Wijaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta pelatihan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya pelatihan itu, akan membentuk komunitas kader yang terampil dalam penanggulangan TBC di masyarakat.

“Setiap peserta akan diberikan suatu sertifikat sebagai bentuk tanda kelulusan dan keikutsertaan dalam pelatihan. Selain itu ke depannya akan terus dilakukan pemantauan, serta pelaporan terkait kemungkinan terjadinya kasus TBC di masyarakat,” kata Elwin.(hrl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *