Terjerat Kasus BLBI, Aset Lippo Karawaci Senilai Rp1,33 T Disita Negara

  • Whatsapp
Lippo Karawaci/istimewa

NASIONAL, FABERTA — Tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan hak tagih negara dana Bantuan Likuditas Bank Indonesia atau BLBI berhasil melakukan penyitaan dan penguasaan aset di Perumahan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang.

Adapun aset itu terdiri dari 44 bidang tanah dengan luasan sebesar 251.992 meter persegi. Tanah tersebut terletak di lokasi strategis dengan nilai tercatat pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebesar Rp1,33 triliun.

Bacaan Lainnya

“Aset-aset properti yang di Lippo Karawaci luasnya 25 hektare (Ha). Menurut Bupati saru meter persegi harganya Rp20 juta. Jadi 25 Ha ini nilainya triliunan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (27/8/2021).

Sosok yang akran disapa Ani yang juga Dewan Pengarah Satgas BLBI mengatakan, seluruh dokumen kepemilikan dari aset ini sudah atas nama Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Artinya, aset ini sudah merupakan aset milik pemerintah RI.

Rencananya, aset terebut akan dilakukan pengelolaan lebih lanjut oleh negara seperti penggunaan, pemanfaatan, hibah, maupun bentuk pengelolaan lainnya. Hingga sekarang, aset yang berlokasi di Lippo Karawaci ini telah dimanfaatkan oleh pihak ketiga tanpa izin dari Kementerian Keuangan.

Selain aset Lippo Karawaci, kata Ani, pada hari ini juga dilakukan penguasaan fisik akan dilakukan di beberapa tempat, yakni di Medan Sumatera Utara, Pekanbaru, Bogor dan termasuk di Lippo Karawaci dengan total luasan 5.291.200 meter persegi.

“Untuk penguasaan fisik yang dilakukan nanti tim akan memasang tanda bahwa aset ini dimiliki negara,” tuturnya.

Ani menambahkan, penguasaan fisik dengan pemasangan plang pengamanan merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Satgas BLBI, selain langkah lainnya yaitu melalui pemblokiran, penyitaan, pelelangan, dan atau langkah hukum lainnya yang ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk tahap berikutnya, Satgas BLBI telah merencanakan tindakan penguasaan dan pengawasan aset eks BLBI atas 1.672 bidang tanah dengan luas total kurang lebih 15.288.175 meter persegi yang tersebar di berbagai kota atau kabupaten di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *