Tim Gakkum KLHK Hingga Mabes Polri dan Puspom TNI Turun Tangan, Tertibkan Penambang DAS Manggar

Petugas dari tim gabungan Gakkum KLHK, Mabes Polri dan Puspom TNI memeriksa alat berat yang diamankan saat merazia aktivitas penambangan ilegal di DAS Manggar. Foto: Istimewa

BELITUNG TIMUR, FAKTABERITA – Tim gabungan yang terdiri dari Gakkum KLHK, Bareskrim Polri, dan Puspom TNI melakukan penertiban aktivitas penambangan ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar, Belitung Timur. Kegiatan penertiban berlangsung dua hari, Selasa hingga Rabu, 1-2 Maret 2022.

Dari kegiatan penertiban dua hari itu beberapa barang bukti bisa diamankan, diantaranya beberapa jerigen BBM dan karung-karung berisi pasir timah. Terpantau, ada alat berat juga yang turut serta diamankan.

Adapun puluhan penambang yang ditertibkan oleh diamankan oleh tim gabungan itu, dibawa ke Polres Belitung Timur untuk dimintai keterangan.

Satu di antara penambang bernama Sardoni mengatakan, dia dihadang saat akan menuju akses jalan keluar lokasi penambangan yang berada di belakang kantor DPC PDI Perjuangan Beltim, jalan Raya Manggar-Damar, pada  (1/3) lalu.

“Mereka mengatakan asalnya dari Mabes. saya lagi di jalan mau ke Damar dari lokasi itu. Tiba-tiba dihadang terkesan dipaksa. Saya tanya apa ini, mereka bilang, ‘dari Mabes. Ayo ikut ke Polres saja’,” kata Sardoni, Rabu (2/3/2022).

Sardoni mengatakan sempat menanyakan kenapa dibawa ke Polres, namun petugas berkata akan dijelaskan saat sudah sampai di Polres.

“Saat dibawa ke Polres kami diperiksa. Kami belum tahu sampai kapan di sini,” kata Sardoni.

Terpisah, Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya mengatakan memang benar ada penertiban penambang timah ilegal di wilayahnya.

AKBP Taufik menjelaskan mereka adalah Tim Gabungan yang terdiri dari Gakkum KLHK, Bareskrim Polri, dan Puspom TNI.

Akan tetapi AKBP Taufik menyampaikan polres sifatnya hanya mendampingi bukan sebagai penindak, sedangakn teknis dan tindakan lainnya bukan kewenangan Polres Belitung Timur.

Sementara itu, Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Mustofa Akbar menegaskan bahwa tidak ada personel dari Kodim yang terlibat dalam penertiban tersebut. Dia mengatakan Puspom TNI hanya mendampingi dan dia memastikan tidak ada keterlibatan TNI yang terjaring.

Menurutnya Dandim hanya tahu ada penertiban di belakang Kantor PDI Perjuangan yang mana itu masuk Kawasan Hutan Lindung. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.