Tokoh dan Ormas Bangka Tengah Geram, Klaim Dukungan PLTN PT Thorcon Dipersoalkan

Sekelompok tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi di Bangka Tengah berdiskusi menyoroti rencana pembangunan PLTN oleh PT Thorcon Power Indonesia di Pulau Gelasa, Selasa (16/12/2025). Warga menilai sosialisasi minim dan menuntut transparansi kajian sebelum proyek dilanjutkan.

FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Gelombang penolakan dan kritik terhadap rencana PT Thorcon Power Indonesia (TPI) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Gelasa, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, kian menguat. Warga, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan menilai PT Thorcon minim sosialisasi dan dinilai tidak transparan.

Sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan klaim PT Thorcon yang menyebut 85 persen masyarakat Bangka Tengah menyetujui pembangunan PLTN. Klaim tersebut dinilai sepihak dan tidak pernah dikonfirmasi secara terbuka kepada publik.

Organisasi yang secara terbuka menyuarakan kritik dan kekhawatiran antara lain Forlabb Bangka Tengah, PD Muhammadiyah Bangka Tengah, LBH Milenial Bangka Tengah, Pemuda Pancasila Bangka Tengah, Bakorcab Persaudaraan Pena Bangka Tengah, DPC Pemuda LIRA Bangka Tengah, PC Perempuan LIRA Bangka Tengah, Gema Pena Bangka Tengah, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sekretaris PD Muhammadiyah Bangka Tengah, Engga Saputra, menegaskan hingga kini PT Thorcon belum pernah melakukan sosialisasi langsung kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, maupun organisasi kepemudaan di Bangka Tengah.

“Kami minta kejelasan. Tahapan apa yang sudah dilakukan PT Thorcon, sosialisasinya seperti apa. Sampai hari ini kami tidak pernah diajak bicara,” kata Engga.

Ia menyebut masyarakat belum bisa menilai perlu atau tidaknya PLTN karena tidak memahami secara utuh konsep Pembangkit Listrik Tenaga Thorium yang diklaim akan dikembangkan PT Thorcon.

“Kekhawatiran masyarakat itu wajar. Lokasinya Pulau Gelasa, Desa Batu Beriga. Ini wilayah hidup nelayan. Masyarakat berhak tahu dampak positif dan negatifnya secara utuh,” ujarnya.

Engga juga menyampaikan pihaknya akan segera melakukan audiensi dengan DPRD Bangka Tengah dalam waktu dekat.

Senada, Ketua LBH Milenial Bangka Tengah, Dairi, menyatakan rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa menyisakan banyak tanda tanya. Ia menilai minimnya sosialisasi, belum dipublikasikannya kajian, serta risiko keselamatan yang tidak dijelaskan secara transparan menjadi persoalan serius.

“Pulau Gelasa punya kerentanan tinggi. Abrasi meningkat, akses evakuasi terbatas, dan mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Ini bukan lokasi ideal untuk reaktor nuklir,” tegas Dairi.

Tokoh masyarakat Bangka Tengah, Bung Dodoy, juga mengaku warga hanya menerima informasi sepihak tanpa penjelasan teknis yang jelas.

Pos terkait