Sedangkan materi ketiga disampaikan oleh
Ibu Tutun Ermawati, S.Si.,M.M, tentang tata cara dan praktek pembuatan Eco enzym yang baik dan benar.
Praktek ini dilihat dan diikuti secara langsung oleh masyarakat Desa Pelangas yang kemudian dimulai dari beberapa tahap hingga selesai yang perlu dilakukan dalam praktek pembuatan tersebut.
Materi tersebut dipraktekkan secara langsung agar masyarakat bisa lebih paham dan mengerti serta dapat mempraktikkannya secara mandiri dirumah masing-masing.
Ecoenzym juga mempunyai manfaat yang sangat banyak seperti sering digunakan sebagai pupuk tanaman, pengusir hama, pembunuh bakteri bahkan jamur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pembersih pestisida berbahan kimia serta Ecoenzym dinilai lebih ekonomis dan sehat, karena terbuat dari bahan alami seperti sampah organik dari rumah tangga yang tidak terpakai sehingga bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan lebih ramah lingkungan.
Oleh karena itu, praktik workshop seperti ini harus terus digiatkan, sebab dinilai dapat mengurangi berbagai permasalahan sampah yang tidak bisa kita atasi dan batasi jumlahnya. Selain lebih ekonomis praktik ini juga menujukkan bagaimana cara kita untuk lebih menghargai, peduli, serta bertanggung jawab atas lingkungan sekitar kita.



















