Usai Minta Royalti dan Kepemilikan Saham, Gubernur Kini Menuntut PT Timah Profesional

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Roesman (Foto: Januar)

PANGKALPINANG, FABERTA – Tensi hubungan antara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dengan PT Timah Tbk, sepertinya tak sedang mesra. Kesan dingin, kental terasa.

Hal ini terlihat, setelah pekan lalu Gubernur menghabiskan malam bersama nelayan yang mendemo PT Timah Tbk, dia pun memilih absen dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Timah keesokan harinya. Hal ini tentu di luar kebiasaan, karena sejak menjabat sebagai Gubernur Babel di 2017 lalu, Erzaldi rutin hadir.

Bacaan Lainnya

Nah, berselang satu hari setelah RUPS, dia memilih mendatangi Komisi VII DPR RI, untuk beraudiensi. Kepada wakil rakyat, Erzaldi meminta provinsi ini dinaikkan royaltinya dari PT Timah menjadi 10 persen, serta kepemilikan saham sebesar 14 persen.

Secara terbuka, Erzaldi juga terlihat mengakrabi massa pendemo PT Timah, yang mengatasnamakan sebagai Aliansi Nelayan Tradisional. Kemudian, berlanjut dengan memfasilitasi pertemuan massa pendemo bersama PT Timah, pascademonstrasi lalu.

Pertemuan yang diorganisir Erzaldi ini pun terlaksana, pada Kamis (15/4) di Kantor PT Timah Tbk. Saat pertemuan berlangsung, Erzaldi menekankan kepada PT Timah untuk bekerja profesional. Namun, dia tak menjelaskan lebih rinci sisi profesionalisme yang dimaksud.

“Bagaimanapun juga keberadaan PT Timah ini sangat menunjang perekonomian Bangka Belitung, akan tetapi kami juga mengimbau agar para pelaku penambangan. Terlebih PT Timah untuk berlaku profesional agar mendapatkan hasil yang lebih baik,” ucap Erzaldi.

Dalam pertemuan membahas operasional tambang off-shore PT Timah itu, Erzaldi turut membahas semua tuntutan para nelayan yang berdemo di depan kantor PT Timah, beberapa hari lalu. Di antaranya meminta agar PT Timah menghentikan dan mencabut Surat Perintah Kerja (SPK) tambang di perairan laut yang menjadi wilayah tangkap para nelayan.

“Segala tuntutan yang diinginkan para nelayan, begitu juga PT Timah yang ingin menambang dengan cara yang baik dan benar, hari ini kami coba pertemukan agar mendapatkan solusi terbaik untuk keduanya,” kata Erzaldi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolda Bangka Belitung Irjen (Pol) Drs Anang Syarif Hidayat, Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Mateus Jangkung Widyanto, Danlanal Babel Kolonel Laut (P) Dudik Kuswoyo, serta dari PT Timah yang diwakili oleh Direktur Operasi dan Produksi Agung Pratama beserta jajaran. (Januar)

 

Editor: Rais

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *