VIDEO : Air Sungai Nibung-Kolong Merbuk Meluap Berpotensi Banjir, Tambang Ilegal Diduga Jadi Penyebabnya

  • Whatsapp

BANGKA TENGAH, FABERTA — Air aliran dari Sungai Nibung menuju Kolong Merbuk meluap menuju ke pemukiman warga RT.03 Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah pada Selasa, (20/4/2021).

Meluapnya air aliran sungai hingga berpotensi banjir tersebut dikarenakan tembok penahan air dari Kolong Merbuk sudah ambruk sebagian diduga akibat aktivitas tambang ilegal di Kolong Merbuk dan sekitarnya.

Pantauan Faktaberita.co.id di lokasi, air meluap bukan hanya dikarenakan intensitas hujan yang tinggi beberapa hari belakangan, namun juga karena disebabkan dangkalnya dasar sungai nibung akibat tambang ilegal sehingga tak mampu menampung jumlah air.

Beberapa waktu lalu Kepolisian Resort Bangka Tengah dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Slamet Adi Purnomo sempat melakukan penertiban, dan memberikan peringatan kepada para penambang timah ilegal di kawasan merbuk dan sekitarnya.

Namun, ternyata peringatan itu tak juga membuat takut para penambang. Faktanya, pantauan di lapangan (20/4/2021), tampak puluhan penambang sedang mempersiapkan pontonnya untuk kembali beraktivitas

Menyikapi persoalan ini, tokoh masyarakat Koba, Syahrial Rosidi mengatakan, sudah memprediksi sebelumnya bahwa aktivitas tambang ilegal tersebut akan berpotensi menimbulkan konflik sosial dan bencana banjir.

Dan hal ini terbukti, setelah sebelumnya sempat terjadi konflik sosial, sekarang air sudah meluap kerumah warga akibat aliran sungai yang mulai dangkal

“Persoalan ini tidak akan pernah berhenti dan akan semakin parah jika tidak ada langkah yang benar-benar kongrit dari pihak penegak hukum. Lihat saja sekarang, air sudah meluap,”terangnya.

Sebagai salah satu mantan tokoh presidium pembentukan Kota Koba, ia mengajak seluruh masyarakat kompak menolak segala sesuatu aktivitas yang bisa merusak atau berpotensi membawa bencana bagi masyarakat Koba.

“Ayolah, kita warga Koba bersama-sama kita jaga keamanan dan ketertiban Kota Koba kita tercinta ini, jangan sampai aktivitas tambang ilegal membuat Bangka Tengah khususnya Koba menjadi tidak kondusif.”ucapnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *