Wah! Produk Ban Dalam Negeri Ternyata  Berkualitas Kelas Dunia

  • Whatsapp
PT. Gajah Tunggal Tbk (Foto: Ist)

NASIONAL, FABERTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan pabrik ban dalam negeri mampu produksi sebanyak 200 juta ban per tahun. Produksinya dibagi menjadi 17 pabrik yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam menjelaskan, dengan target produksi sebanyak itu dapat menyerap 250 ribu ton karet per tahun dan berkontribusi terhadap konsumsi karet nasional sebesar 42 persen.

Bacaan Lainnya

Adapun produksinya meliputi ban mobil penumpang, ban truk ringan, ban truk dan bus, ban sepeda, ban sepeda motor, serta ban kendaraan pertanian dan agricultural.

“Saat ini, ada 17 produsen yang tercatat dengan total kapasitas terpasang mencapai 200 juta ban per tahun untuk masing-masing ban luar dan ban dalam,” kata Kahayam melalui keterangannya, Minggu (22/8/2021).

Menurutnya, produk-produk yang dihasilkan memiliki kualitas kelas dunia. Di mana pemasarannya juga telah sampai ke luar negeri atau diekspor.

Hal itu membuat industri ban menjadi salah satu sektor unggulan dalam menopang ekonomi nasional. Beberapa perusahaan yang telah dikenal dunia memproduksi ban kelas wahid di antaranya yakni Gajah Tunggal (GT Tires), Multistrada (Achilles), Elang Perdana (Forceum), dan Industri Karet Deli (Swallow).

“Keunggulan lainnya, beberapa merek nasional sudah mampu bersaing di pasar internasional dan mencapai kelas produsen ban tingkat dunia atau global tire manufacturer,” kata dia.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Gajah Tunggal Buddy Tanasaleh menambahkan, produksi ban truk dan bus radial GT dimulai pada tahun 2016. Pihaknya berkomitmen untuk tetap mengembangkan industri ban truk dan bus radial, dengan produksi mencapai 570.000 ban atau sekitar 31.000 ton pada tahun 2020.

“Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan ban, kami merupakan pionir sebagai produsen ban super single atau yang biasa dikenal dengan istilah single wide tire, dengan produksi mencapai 70.000 ban per tahun,” ujarnya.

Tak hanya itu, Buddy menyebut ban super single merupakan jenis ban yang mempunyai ukuran telapak super lebar, sama lebarnya dengan dua ban yang umumnya digunakan pada ban belakang trailer. Perseroan saat ini tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan ban dalam negeri di tengah persaingan ban impor di Indonesia.

Ban super single produksi kami berorientasi ekspor, dengan negara tujuan ekspor terutama untuk negara-negara Eropa,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *