Walikota Molen: Aktivitas Tambang Ilegal Harus Ditindak Tegas Sesuai Perda, Tapi Jangan Gerasak-gerusuk

  • Whatsapp
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil. (Ist)

PANGKALPINANG, FABERTA — Aktivitas pertambangan Timah ilegal di Kelurahan Air Mawar Kota Pangkalpinang, pada Selasa, (22/6/2021) lalu ditertibkan oleh Satpol PP Kota Pangkalpinang yang didampingi rombongan Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang.

Sesuai Perda Kota Pangkalpinang Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bahwa Kota Pangkalpinang bukan kawasan pertambangan.

Sat Pol PP dan Komisi III DPRD Pangkalpinang saat geruduk tambang ilegal di Air Mawar dan Telur Bayur. (Ist)

Ditambah lagi, berdasarkan Perda No 7 Tahun 2019 pasal 19 Setiap orang atau badan dilarang melakukan penggalian dan/atau pengerukan terhadap tanah, sungai, aliran sungai atau di tempat lainnya untuk mendapatkan suatu manfaat atau keuntungan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan tanpa izin dari Walikota atau Pejabat yang ditunjuk.

Mengenai hal itu, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menyebut, permasalahan pertambangan timah ilegal ini, hampir sama seperti dengan lokalisasi Teluk Bayur dan Parit Enam.

Musababnya, aktivitas pertambangan ilegal di Kota Pangkalpinang ini beroperasi secara diam-diam.

“Mereka beroperasi secara kucing-kucingan. Izinkan saya bekerja secara berproses. Awal -awalnya saya belum bagaimana cara kerja untuk menangani itu. Jadi penindakan akan kita lakukan secara diam-diam, pokoknya tiba-tiba kita laksanakan penindakan,” ujarnya.

Molen juga menegaskan, aktivitas pertambangan Timah ilegal di Kota Pangkalpinang harus ditindak sesuai perda yang berlaku.

“Harus ditindak tegas. Kita akan lakukan penindakan pelan-pelan, jangan terlalu gerabak gerubuk takut hasilnya tidak maksimal,” kata Molen. (Gusti)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *