FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Masyarakat Desa Perlang menyatakan sikap tegas menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Gelasa menyusul klaim adanya respons positif warga terhadap sosialisasi yang dilakukan PT Thorcon, di Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Rabu (7/1/2026).
Penolakan tersebut disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan bahwa sosialisasi rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa telah mendapat dukungan masyarakat Desa Perlang. Warga menilai klaim tersebut tidak mencerminkan sikap mayoritas masyarakat.
Pemuda Desa Perlang, Muhammad Rival, mengatakan sosialisasi yang digelar pada 19 Desember 2025 itu hanya dihadiri sekitar 35 orang dan tidak dapat mewakili lebih dari 6.000 penduduk Desa Perlang.
“Sosialisasi yang disebut mendapat respons positif itu tidak bisa dijadikan dasar bahwa seluruh masyarakat Desa Perlang menyetujui rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa. Jumlah peserta sangat terbatas dan tidak merepresentasikan warga secara keseluruhan,” ujar Rival.
Ia menilai proses sosialisasi berlangsung satu arah tanpa ruang partisipasi masyarakat. Menurutnya, pemaparan yang disampaikan hanya menonjolkan dampak positif versi perusahaan, sementara potensi dampak negatif tidak disampaikan secara terbuka.
Rival juga menegaskan bahwa Pulau Gelasa memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang penting bagi masyarakat pesisir. Wilayah perairan tersebut sejak lama dimanfaatkan nelayan sebagai lokasi mencari cumi-cumi, memancing ikan karang, serta tempat berlindung saat cuaca buruk.



















