Wujudkan Aspirasi DPRD Terkait PPDB, Jenjang SMK di Bateng Kini Punya Kuota Zonasi 90 Persen

  • Whatsapp
Ketua DPRD Bangka Tengah, saat menyambangi Dinas Pendidikan Babel. (Ist)

BANGKA TENGAH, FABERTA — Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepalauan Bangka Belitung dalam rangka konsultasi terkait Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) tingkat SMA/SMK/Sederajat tahun ajaran 2021 di Kabuapaten Bangka Tengah. pada Senin (28/6/2021).

Dalam kunjungan yang disambut langsung oleh Kepala Bidang SMK, Saiful beserta dua stafnya. Mehoa ingin mengetahui kebijakan terbaru PPDB tentang aturan zonasi

Bacaan Lainnya

Hal tersebut ia pertanyakan, sebab masih ada orang tua murid yang mengeluh karena anaknya tidak bisa masuk SMK padahal domisili rumahnya tidak jauh dari sekolah yang didaftar.

“Saya menerima laporan, dari salah satu orang tua murid kalau anaknya tidak bisa mendaftarkan anaknya di SMK 1 Pangkalan Baru, padahal rumahnya dekat dan nilainya juga lumayan,” ucap Mehoa.

Ia mengakui kalau, SMK 1 Pangkalan Baru selalu menjadi tujuan favorit lulusan SMP sehingga seringkali membludak setiap pembukaan pendaftaran ajaran baru.

“Sebenarnya masih banyak pilihan yang bagus, salah satunya SMA 1 Pangkalan Baru, tidak harus sekolah kejuruan. Untuk itu disini saya dan kawan-kawan DPRD ingin merubah persepsi bahwa sekolah dimanapun bagus, baik itu SMA maupun kejuruan, asalkan sang anak anak bisa memanfaatkan sebaik mungkin waktu tiga tahun berproses di jenjang ini,” ungkap Srikandi PDI Perjuangan tersebut.

Melihat fenomena ini, Saiful selaku Kepala Bidang SMK menjelaskan bahwa tahun ini ada perubahan kebijakan di SMK 1 Pangkalan Baru dan lainnya di Bangka Tengah. Kebijaka ini juga tidak lepas dari permintaan legiaslator Bangka Tengah yang meminta SMK 1 Pangkalan Baru dan SMA/SMK lainya untuk menambah kuota penerimaan perserta didik baru hingga 90 persen.

“Berdasarkan aspirasi yang dibawa DPRD Bangka Tengah, maka kebijakan baru untuk SMK 1 Pangkalan Baru sekarang menyediakan 90 persen kursi untuk peserta didik baru yang berasal dari lingkungan sekitar dan sisanya 10 persen untuk peserta didik dari luar dengan Afirmasi seperti Program Indonesia Pintar (PIP) jalur Prestasi,” ucap Saiful.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa di sekolah Swasta seperti SMK Bakti, SMEA Sore, SMA THB, SMEA PGRI dan lainnya akan ada bantuan SPP gratis selama tiga tahun bagi siswa tidak mampu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *